Tanah Bumbu Siaga Bencana! Pemkab Matangkan Rencana Kontinjensi 2025 untuk Hadapi Cuaca Ekstrem
Inews Batulicin– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terus memperkuat barisan dalam menghadapi ancaman bencana alam. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (BPBD), pemerintah daerah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Ekspose Laporan Antara Dokumen Rencana Kontinjensi Bencana Tahun 2025 di Pusdalops BPBD Gunung Tinggi, Batulicin, Senin (6/10/2025).
Acara ini bukan sekadar formalitas. Pemkab Tanah Bumbu ingin memastikan setiap sektor benar-benar siap menghadapi potensi bencana yang kerap melanda wilayah tersebut, seperti banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Sejak Dini
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana BPBD Sulhadi menegaskan, penyusunan rencana kontinjensi adalah langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah.
“Penyusunan rencana kontinjensi ini adalah upaya kami menyiapkan Tanah Bumbu agar tangguh dan siap menghadapi segala kemungkinan bencana,” ujar Sulhadi.
Ia menjelaskan, dokumen rencana kontinjensi menjadi salah satu indikator kesiapan daerah dalam manajemen bencana. Dokumen ini mengatur secara detail pembagian peran, mekanisme koordinasi, serta langkah cepat yang harus dilakukan oleh berbagai instansi ketika bencana benar-benar terjadi.

Baca Juga : DPRD Tanah Bumbu Kompak Dukung Pembentukan 17 Desa Baru, Ini Daftarnya!
Daerah Rawan Bencana, Butuh Strategi Adaptif
Dalam paparan Tenaga Ahli Lembaga Kajian Ekonomi Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Tanah Bumbu disebut sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama banjir musiman dan karhutla.
Curah hujan tinggi, kondisi geografis yang didominasi lahan rawa serta hutan, dan perubahan iklim ekstrem menjadi tantangan besar yang harus dihadapi dengan perencanaan matang. Karena itu, strategi mitigasi dan tanggap darurat perlu disusun secara sistematis dan adaptif terhadap karakteristik wilayah setempat.
“Rencana kontinjensi bukan sekadar dokumen, melainkan panduan operasional agar setiap pihak tahu peran dan tanggung jawabnya,” kata salah satu tenaga ahli dalam forum tersebut.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
FGD ini dihadiri berbagai unsur penting, termasuk Komando Distrik Militer 1022 Tanah Bumbu, Kepolisian Resor Tanah Bumbu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), para camat, serta perwakilan instansi vertikal lainnya.
Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk nyata dari pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sebab, penanggulangan bencana tidak bisa hanya ditangani oleh satu instansi.
“Kesiapan bukan sekadar ada di atas kertas. Yang paling penting adalah bagaimana semua pihak bergerak cepat, terkoordinasi, dan kompak saat bencana melanda,” tegas Sulhadi.
Fokus: Mitigasi, Respons Cepat, dan Pemulihan
Rencana kontinjensi 2025 Tanah Bumbu mencakup tiga pilar utama: mitigasi, respons cepat, dan pemulihan pasca-bencana.
-
Mitigasi: mengidentifikasi titik-titik rawan banjir dan longsor, membangun sistem peringatan dini, serta memperkuat infrastruktur tanggul dan drainase.
-
Respons cepat: memastikan jalur evakuasi jelas, petugas lapangan siap siaga 24 jam, serta logistik bencana tersedia dalam waktu singkat.
-
Pemulihan: menyiapkan mekanisme rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit.
Dengan sistem ini, Pemkab berharap dampak bencana dapat diminimalisir, dan proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat serta terarah.
Masyarakat Didorong Aktif dalam Kesiapsiagaan
Selain memperkuat instansi pemerintah, BPBD Tanah Bumbu juga menekankan pentingnya peran masyarakat. Edukasi dan pelatihan kebencanaan akan digencarkan ke berbagai desa dan kelurahan.
“Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kita bisa memperkecil risikonya dengan kesiapsiagaan. Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam melindungi diri dan lingkungannya,” ujar Sulhadi.
Program pelatihan ini mencakup cara evakuasi yang benar, pemadaman kebakaran awal, hingga penggunaan peralatan darurat sederhana.
Langkah Nyata Menuju Daerah Tangguh Bencana
Dengan rencana kontinjensi yang matang, sinergi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat, Pemkab Tanah Bumbu optimistis mampu membangun daerah yang tangguh menghadapi bencana.
Langkah ini bukan hanya tentang mengantisipasi bencana, tetapi juga memastikan keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
















